Sabtu, 11 Februari 2012

Makalah ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM KARANGAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 MESUJI MAKMUR

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM KARANGAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 MESUJI MAKMUR




I.         PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peran bahasa sangat penting dalam kehidupan manusia, baik bahasa lisan
maupun bahasa tulis. Dalam masyarakat akademis, pemakaian bahasa tulis
lebih sering ditampilkan dalam bentuk wacana tulis misalnya karangan (ilmiah atau fiksi), surat, pengumuman, dan lain-lain. Informasi yang ingin disampaikan dan disebarkan
tidak selamanya dapat dituturkan secara langsung oleh seseorang kepada orang lain. Untuk itu, kemampuan menyampaikan informasi secara tepat dengan bahasa yang benar perlu dilakukan. Hal ini dimaksudkan agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik sebagaimana yang diharapkan.
Kegiatan mengarang berkaitan erat dengan ragam bahasa tulis. KBBI Depdikbud (1998 : 968) menulis adalah “melahirkan pikiran atau perasaan” KBBI (1988 : 552) kemampuan adalah “kecakapan, kekuatan”.Jadi kemampuan menulis adalah kecakapan melahirkan pikiran atau perasaan.
Adapun tata cara penulisannya mengikuti beberapa aturan atau disebut pula dengan ejaan. Menurut Arifin (1996), “… ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana antarhubungan antara lambang-lambang itu …”
Pada pelajaran Bahasa Indonesia yang diberikan pada kelas VIII SMP Negeri 8 Mesuji Makmur  dalam materi menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif masih ditemukan kesalahan siswa dalam menulis yang tidak mengikuti kaidah bahasa Indonesia. Makalah ini akan membatasi kesalahan penulisan huruf kapital pada karangan deskriptif.
Analisis kesalahan penulisan huruf kapital merupakan bagian dari kegiatan analisis kesalahan berbahasa. Kegiatan ini dilakukan sebagai umpan balik terhadap penilaian pembelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini menurut Tarigan (1994), “Kesalahan yang sering dibuat oleh siswa harus dikurangi dan kalau dapat dihapuskan sama sekali karena mengganggu pencapaian tujuan pembelajaran bahasa.”
Untuk itulah, kegiatan ini harus mendapat perhatian dari guru Bahasa Indonesia agar tujuan yang akan dicapai dapat terwujud.
B.  Masalah
            Berdasarkan latar belakang tersebut,  maka rumusan masalah yang akan dibahas adalah:
  1. Bagaimanakah penggunaan huruf kapital yang sesuai dengan EYD?
  2. Bagaimanakah menganalisis penggunaan huruf kapital pada karangan  diskriptif siswa SMPN 8 Mesuji Makmur?
C. Tujuan
Tujuan  penulisan makalah ini adalah untuk menggambarkan atau mendeskripsikan:
1. penggunaan huruf kapital yang sesuai dengan EYD,
2. menganalisis penggunaan huruf kapital pada karangan  diskriptif siswa SMPN 8
    Mesuji Makmur.

II.      PEMBAHASAN
A. Penggunaan Huruf Kapital
Dalam EYD dijelaskan bahwa penulisan huruf kapital (huruf besar) dipakai dalam:
1.         Petikan langsung.
Contoh:
Budi berkata, "Jangan Pak, itu semua milik saya yang sah"
2.         Dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
Contoh:
-
Apakah Anda sudah pernah menghafal Al Qur’an?
-
Atas perkenan-Nya jualah kita semua dapat bertemu lagi.
3.         Nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Contoh:
Raja Jayabaya, Nabi Musa, Raden Ajeng Kartini dan sebagainya.
4.         Unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
Contoh: Presiden
Susilo Bambang  Yudoyono, Wakil Presiden Budiono, Sekretaris Jendral Pertanian, Gubernur Irian Jaya, dan sebagainya.
5.         Nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
Contoh: bangsa Indonesia, suku
Anak Dalam, bahasa Inggris, dan sebagainya.
6.         Nama hari, bulan, tahun, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Contoh: hari Senin, bulan Agustus, tahun Hijriah, hari Natal, Perang Padri, dan sebagainya.
7.         Nama geografi.
Contoh: Asia Tenggara, Bukit Barisan, Jalan Diponegoro, dan sebagainya.
8.         Semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi.
Contoh: Republik Indonesia, Majelis Permusyawaratan Rakyat, Departemen Pendidikan
Nasional.
9.         Setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
Contoh: Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, dan sebagainya.
10.     Semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata di, ke, dari, dan, yang, untuk yang tidak terletak pada posisi awal.
Contoh: Ia telah menyelesaikan Asas-Asas Hukum Perdata.
11.     Unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
Contoh: Dr. (doktor), S.S. (sarjana sastra), Prof. (profesor), dan sebagainya.
12.     Kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, adik, dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.
Contoh:
- Surat Saudara sudah saya terima.
- Besok Paman akan datang.
13.     Kata ganti Anda.
Contoh: Jangan menaruh barang-barang Anda di meja ini.





B. Hasil Analisis Karangan Siswa
            Berdasarkan hasil analisis karangan siswa diketahui bahwa umumnya siswa masih salah menuliskan huruf kapital. Kesalahan itu terdapat pada awal kalimat, judul karangan, penulisan nama, dan kesalahan penulisan huruf kapital pada kata yang seharusnya ditulis dengan huruf kecil.
Analisis dilakukan terhadap hasil karangan deskripsi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Mesuji Makmur. Subjek analisis berjumlah 15 lembar karangan siswa.
Kesalahan penulisan huruf kapital dalam karangan siswa umumnya terjadi pada: (1) kesalahan penulisan huruf kapital pada huruf pertama kata pada awal kalimat, (2) kesalahan penulisan judul karangan, (3) kesalahan penulisan pada nama, dan (4) kesalahan penulisan kata yang seharusnya ditulis dengan huruf kecil baik pada awal kata maupun pada tengah kata.
Hasil analisis terhadap karangan siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Mesuji Makmur dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Jumlah kata yang ditulis tiap karangan siswa berkisar antara 450 – 500 kata. Semua siswa atau 100 %  siswa melakukan kesalahan dalam penggunaan huruf kapital dengan total kesalahan sebanyak 384.
2. Jumlah kesalahan tiap-tiap siswa beragam, yang paling sedikit berjumlah 7 kesalahan dan yang paling banyak 49 kesalahan penggunaan huruf kapital, rata-rata terdapat 25,6 kesalahan tiap hasil karangan siswa.
3. Kesalahan yang tertinggi terjadi pada kesalahan penulisan huruf kapital pada kata yang seharusnya ditulis dengan huruf kecil yaitu terjadi pada seluruh siswa, dan jumlah kesalahan sebanyak 198 kesalahan atau 52 % dari total kesalahan.
4. Selanjutnya secara berurutan peringkat jumlah siswa yang melakukan kesalahan pada tiap kategori yaitu  kesalahan penulisan huruf kapital pada huruf awal kata awal kalimat 100% siswa melakukan kesalahan dengan jumlah 70 kesalahan atau 18 % dari total kesalahan. 10 orang atau 67% siswa melakukan kesalahan dalam penulisan nama yakni sebanyak 42 kesalahan atau 11 % dari total kesalahan. 9 orang atau 60% siswa melakukan kesalahan penulisan huruf kapital pada penulisan judul, yaitu sebanyak 16 kesalahan atau 4% dari total kesalahan. Sebanyak 8 siswa atau 53% dari total siswa melakukan kesalahan penulisan huruf kapital pada tengah kata.
Untuk kesalahan penulisan huruf kapital pada kata yang seharusnya ditulis dengan huruf kecil banyak terjadi pada huruf / k /, /l/,/ m /, /p /, /s/, dan /w/.
Dari beberapa temuan kesalahan penulisan huruf kapital paling sering terjadi pada kata yang seharusnya ditulis dengan huruf kecil 100% siswa melakukannya. Kesalahan penulisan huruf  kapital ini sangat dipengaruhi oleh kurangnya latihan siswa menggunakan huruf-huruf kapital dan pengaruh bahasa SMS yang marak digunakan oleh anak-anak remaja. Kesalahan yang banyak ditemui pada penulis huruf / k /, /l/,/ m /, /p /, /s/, dan /w/.Tampaknya, kurang terlatih dan terbiasa menulis kelima huruf terlebih secara baik dan benar.

1. Contoh-contoh penulisan huruf  kapital pada kata yang seharusnya ditulis dengan huruf  
    kecil adalah sebagai berikut:
a.          kata ‘Kelihatan’  ditengah kalimat seharusnya kelihatan
b.         kata ‘Pukul 12.00 Wib’ ditengah kalimat seharusnya pukul 12.00 wib
c.          kata ‘Pun’ ditengah kalimat seharusnya pun
d.         kata ‘Menanam’ ditengah kalimat seharusnya menanam
e.          kata ‘Liburan’ ditengah kalimat seharusnya liburan
f.     kata ‘Penghijauan’ seharusnya penghijauan
g.         kata ‘Saya’ ditengah kalimat seharusnya saya
h.         kata ‘Motor’ ditengah kalimat seharusnya motor
i.      kata ‘Dan’ ditengah kalimat seharusnya dan
j.      kata ‘ibuKu seharusnya ibuku
k.         kata ‘dabuk rejo’ seharusnya Dabuk Rejo
l.      Suatu hari kami pergi ke rumah Kakek dan Nenek ... (seharusnya: huruf /K/ pada kata ‘Kakek’ dan huruf /N/ pada kata ‘Nenek’ ditulis dengan huruf kecil), sebab bukan merupakan bentuk sapaan.
Kesalahan berikutnya adalah penulisan huruf kapital pada awal kalimat (34%). Kesalahan tersebut mudah sekali terlihat pada pemulaan kalimat yang ditulis siswa, baik awal paragraf maupun pergantian kalimat baru. Beberapa kesalahan penulisan huruf kapital pada awal kalimat banyak terjadi pada saat siswa menuliskan kalimat baru (pergantian kalimat). Kesalahan ini tidak perlu terjadi apabila siswa memperhatikan penghentian kalimat yang ditandai dengan intonasi tanda titik (.). Dengan kata lain bahwa setelah penghentian kalimat, para siswa harus memulainya dengan huruf kapital.
2. Contoh-contoh kesalahan penulisan huruf kapital pada awal kalimat adalah  
    sebagai berikut.
a.         guru-guru pun ikut senang melihat murid-muridnya yang …. (seharusnya huruf /g/ pada kata ‘guru-guru’ ditulis dengan huruf kapital
b.        sesuatu yang merusak pemandangan di selokan/parit …. (seharusnya huruf /s/ pada kata ‘sesuatu’ ditulis dengan huruf kapital).
c.         murid-murid dengan semangat bekerja …. (seharusnya huruf /m/ pada kata ‘murid-murid’ ditulis dengan huruf kapital).
d.        tanpa kita sadari kita telah merusak lingkungan. (seharusnya huruf /t/ pada kata ‘tanpa’ ditulis dengan huruf kapital).)
e.         memang orang Islam Tidak pernah beryukur …. (seharusnya hurus /m/ pada kata ‘memang’ ditulis dengan huruf kapital).
f.         BERSIH adalah penting bagi kehidupan. (seharusnya kata /BERSIH/ hanya huruf pertamanya saja /b/ ditulis dengan huruf kapital)
g.        agar kami dapat mempertahankan keadaan kota ini. (seharusnya huruf /a/ pada kata ‘agar’ ditulis dengan huruf kapital).
h.        disana kami berbicara banyak dengan Pak RT. (seharusnya huruf /d/ pada kata /di/ ditulis dengan huruf kapital dan ditulis tyerpisah /Di sana).
i.          dalam sehari-hari kami pun menanam …. (seharusnya huruf /d/ pada kata ‘dalam’ ditulis dengan huruf kapital).
j.          jadi setiap siswa dan siswi SMP Negeri 8 Mesuji Makmur…. (seharusnya huruf /j/ pada kata ‘jadi’ ditulis dengan huruf kapital).
k.        pada suatu hari tidak sengaja kami melihat di desa …. (seharusnya huruf /p/ pada kata ‘pada’ ditulis dengan huruf kapital).
l.          banyak orang memakai oBat-obatan itu sehingga …. (seharusnya huruf /b/ pada kata ‘banyak’ ditulis dengan huruf kapital).
m.      jadi jagalah lingkunganmu supaya selalu terlihat bersih …. (seharusnya huruf /j/ pada kata ‘jadi’ ditulis dengan huruf kapital).





3. Kesalahan Penulisan Judul Karangan
Siswa yang melakukan kesalahan penulis huruf kapital pada judul karangan adalah  8 orang (23%), sedangkan yang sudah menuliskan huruf kapital secara baik dan benar pada judul karangan adalah sepuluh orang (77%). Contoh-contoh penulisan huruf kapital pada judul karangan adalah sebagai berikut.
1.        kebersihan lingkungan (seharusnya ditulis: Kebersihan Lingkungan)
2.        Kebersihan lingkungan (seharusnya ditulis: Kebersihan Lingkungan)
3.        KEbERSihan SEolah (seharusnya ditulis: Kebersihan Sekolah)
4.        Kebersihan di sekitar lingkungan kita (seharusnya ditulis: Kebersihan di Sekitar Lingkungan Kita).
5.        HiNdaRI NaRkoba (seharusnya ditulis: Hindari Nakoba).
6.        jagalah kebersihan lingkunganmu (seharusnya ditulis: Jagalah Kebersihan Lingkunganmu).
7.        Narkoba Merusak Masa depan anak Muda (seharusnya ditulis: Narkoba Merusak Masa Depan Anak Muda).
8.        Kebersihan Di Dalam Lingkungan (Seharusnya ditulis: Kebersihan di Dalam Lingkungan atau Kebersihan Lingkungan)

4. Kesalahan Penulisan pada Nama
Frekuensi dan persentase siswa yang melakukan kesalahan penulisan huruf kapital pada nama umumnya terjadi pada kesalahan penulis nama orang, ungkapan yang berhubungan nama Tuhan, nama kota, nama bulan dan hari. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Kesalahan Penulisan pada Nama
No.
Kesalahan Penulisan
Tertulis
Seharusnya
1
Nama Orang
Pak bahri, rita
 Pak Bahri,  Rita
2
Nama Agama
ISLAM
 Islam
3
Nama Kota
KAYUAGUNG atau KAG
 Kayuagung
4
Nama Bulan
Juni
 Juni
5
Nama Tempat
Smp negeri 8 atau SMp N8
 SMP Negeri 8

Mencermati beragam kesalahan penulisan huruf kapital yang dilakukan oleh para siswa, perlu dilakukan pembiasaan dalam menulis huruf-huruf dengan ejaan yang tepat dan benar sesuai dengan EYD. Sebelum siswa menulis, guru Bahasa Indonesia harus memberikan bimbingan terlebih dahulu kepada para siswa. Alternatif lain yang perlu dilakukan guru, yaitu mengubah metode pembelajaran dan memanfaatkan media pembelajaran. Hal inilah yang menjadi bahan renungan guru  agar kesalahan-kesalahan siswa menulis huruf kapital dalam sebuah karangan dapat diminimalisir.

III.             PENUTUP
Kesalahan berbahasa masih sering dijumpai pada bahasa tulis yang dibuat oleh siswa. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi guru Bahasa Indonesia untuk memberikan bimbingan dan kejelian dalam mengoreksi tugas-tugas siswa. Hal ini jangan dibiarkan berlarut-larut apalagi pengaruh bahasa SMS di kalangan remaja dapat memberikan kontribusi negatif terhadap perkembangan Bahasa Indonesia



















DAFTAR PUSTAKA

Arifin, E. Zaenal dan S. Amran Tasai. 1996. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo.

Depdikbud. 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1996. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan & Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Jakarta: CV Pustaka Setia.

Tarigan, Henry Guntur. 1994. Pengajaran Pemerolehan Bahasa. Bandung: Angkasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar